Fri. Feb 23rd, 2024
Berbagi Informasi

Jakarta – Kepala Bea Cukai MakassarAndhi Pramono disorot di media sosial usai video yang menampilkan aset miliknya viral. Andhi ramai dibicarakan karena diduga memiliki aset yang tak wajar.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ternyata sudah memantau terkait aset Kepala Bea Cukai Makassar ini sejak tahun lalu. PPATK juga telah berkomunikasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

“Sudah kami sampaikan hasil analisis ke KPK sejak awal tahun 2022,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana (8/3/2023).

Dalam video yang beredar terlihat aset berupa rumah nan megah berkelir putih dinarasikan sebagai aset milik Andhi. Dalam video tersebut dinarasikan Andhi memiliki rumah mewah di kawasan Cibubur.

Ivan tidak berbicara lebih lanjut tentang hasil analisis yang disampaikan ke KPK itu. Yang jelas, menurut Ivan, pihaknya belum menerima adanya tindak lanjut atas hasil analisis itu.

“Kami belum terima informasi tindaklanjutnya,” kata Ivan.

Mengenai viralnya video tersebut dan juga apa yang disampaikan PPATK, detikcom berupaya menghubungi pihak Bea Cukai.

Sementara ditelusuri dari Laporan Harta Kekayaan dan Penyelenggara Negara (LHKPN), Andhi diketahui terakhir menyetorkannya ke KPK pada 16 Februari 2022. Diketahui bahwa harta Andhi yang tertuang di LHKPN berjumlah Rp 13,7 miliar.

Andhi tercatat memiliki belasan tanah dan bangunan yang tersebar di Karimun, Salatiga, Bekasi, Jakarta Pusat, Bogor, Banyuasin, Cianjur, yang total nilainya mencapai Rp 6,9 miliar.

Andhi tercatat memiliki empat motor dan 9 mobil yang di antaranya merupakan mobil antik dengan total nilai Rp 1,8 miliar. Kendaraan yang dimilikinya itu berupa mobil Fiat Sedan, Smart Sedan, Brio, Ford Sedan, Toyota Corolla Sedan, Chevrolet Sedan, Austin dan Toyota Jeep.

Andhi juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 706 juta. Andhi memiliki surat berharga senilai Rp 2,9 miliar. Andhi memiliki kas setara kas senilai Rp 1,2 miliar.

PPATK menduga Andhi juga menggunakan nominee. Nominee diartikan sebagai upaya menggunakan nama orang lain dalam melakukan transaksi. Cara ini sebelumnya juga dipakai oleh mantan pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo untuk menutupi aset kekayaannya.

“Ya, dugaan demikian,” kata Ivan Yustiavandana kepada detikcom, Rabu (8/3/2023). Ivan menjawab pertanyaan soal kabar Andhi Pramono menggunakan nominee.

Dalam unggahan lainnya memuat informasi perihal gaya hidup mewah yang dilakukan anak dan istri Andhi. PPATK rupanya telah melaporkan dugaan harta tidak sesuai profil milik Andhi Pramono kepada KPK.

Ketika ditanya soal indikasi pemblokiran rekening yang telah dilakukan kepada Andhi Pramono, Ivan enggan menjelaskan rinci.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Informasi dan Berita Terbaru - Garuda Media News

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Garuda Media News will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.