Fri. Feb 23rd, 2024
Berbagi Informasi

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD sangat prokebijakan ketahanan pangan nasional.

Hasto menyampaikan itu menanggapi rencana Prabowo Subianto mengenai program bagi-bagi susu gratis yang harus mengimpor 1,5 juta sapi.

“Jadi kalau dalam konpers minggu yang lalu, kan, kami sampaikan data. Data bahwa sentimen positif kesukaan terhadap capres dan cawapres silakan ditayangkan. Itu paling tinggi adalah kepada pasangan Ganjar-Mahfud,” kata Hasto dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat yang dikutip Minggu (7/1/2024).

Menurutnya, program Ganjar-Mahfud cermin dari nilai-nilai moral kebaikan, latar belakang, dan agenda kerakyatan.

Ia menambahkan, program Ganjar-Mahfud 21 memiliki prinsip kerakyatan yang sangat membumi.

“Berbeda dengan Prabowo-Gibran yang mengadakan susu gratis yang mengandung banyak glukosa dan tidak sehat untuk anak-anak balita dan tidak menyelesaikan masalah stunting itu berasal dari susu impor,” jelasnya.

Politisi asal Yogyakarta itu pun menegaskan di situlah perbedaan antara Gama dengan Prabowo-Gibran yang lebih suka mengimpor dan menaikkan pajak rakyat.

“Prabowo-Gibran lebih suka mengimpor dan menaikkan pajak rakyat. Inilah yang mungkin menjadi motif pertemuan antara Prabowo dan Jokowi,” katanya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto mengatakan, gagasan makan siang dan susu gratis untuk seluruh anak Indonesia merupakan programnya bersama Gibran Rakabuming Raka. Ia mengklaim, program ini bakal menyelesaikan sejumlah persoalan, seperti menekan angka stunting.

“Salah satu program unggulan saya adalah memberi makan kepada semua anak Indonesia dan protein susu terutama, ini kami yakin adalah jawaban untuk segera menuntaskan masalah stunting, masalah kurang gizi,” katanya saat berdiskusi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Jakarta, Kamis (4/1/2024).

Selain itu, ia juga meyakini program makan siang dan susu gratis mampu meningkatkan kecerdasan otak dan prestasi akademis generasi muda. Bila program ini terrealisasi, Prabowo juga mengklaim akan ikut meningkatkan kesejahteraan petani.

Lantaran, bahan-bahan pangan yang digunakan seluruhnya bersumber dari petani lokal.

“Jadi dengan program ini, dengan makan di tiap desa, tiap kecamatan, tiap kabupaten, tiap provinsi, kita yakini bahwa nanti tidak ada keluhan petani-petani kita, ‘Pak, habis panen hasil panen saya tidak diserap, hasil panen saya tidak ada yang ambil, harga jatuh, barang-barang hasil panen saya busuk’,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Informasi dan Berita Terbaru - Garuda Media News

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Garuda Media News will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.