Ada 729 Ijazah Pelajar di Surabaya Ditebus Pakai Zakat Rp1,7 M, Karena Tunggak SPP
Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya menebus 729 ijazah pelajar SMA/SMK yang ditahan sekolah lantaran belum melunasi tunggakan administrasi SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan). Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan uang yang dikucurkan mencapai Rp1,7 miliar.
“Jadi dari 729 tadi, uang untuk menebus ijazah itu totalnya Rp1,7 miliar. Dari mana uangnya? dari Baznas. Baznas dari zakat para ASN,” kata Eri, Rabu (15/6).
Eri tak ingin lagi ada pelajar Surabaya yang ijazahnya sampai ditahan pihak sekolah. Menurutnya, hal itu kewajiban pemerintah demi kemajuan pendidikan dan kecerdasan bangsa.
“Entah uang gedung atau apa itu menjadi tanggung jawab pemerintah. Semoga tahun ini yang terakhir dan tidak ada lagi [pelajar] yang tidak bisa menebus ijazahnya,” ucapnya.
Dia menyatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Bahkan, bila bantuan operasional sekolah (BOS) maupun bantuan operasional pendidikan daerah (Bopda) belum cukup, Pemkot Surabaya siap membantu menganggarkan.
“Kalau ternyata masih ada yang dibutuhkan, maka kami juga anggarkan untuk beasiswa anak-anak SMA sederajat. Jadi, berapa ratus ribu umpamanya, setelah itu jangan lagi diminta,” papar dia.
Eri yakin, Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim memiliki semangat yang sama dalam mencerdaskan anak bangsa. Tinggal bagaimana meningkatkan sinergi dengan pihak-pihak terkait.
“Yang terpenting, di Surabaya tidak ada lagi anak yang tidak bisa meneruskan ke jenjang pendidikan atau bekerja, karena tidak punya ijazah lantaran ditahan,” katanya.