Garuda Media News

Media Informasi dan Edukasi Masyarakat

HUKUM NEWS PENDIDIKAN

Eks Dosen Mengeluh Surat Lolos Butuh Tak Kunjung Keluar, Ini Kata Rektor UBY

Berbagi Informasi

Eks dosen Universitas Boyolali (UBY), Ari Wahyono, mengadu ke Bupati Boyolali dan sejumlah pihak karena surat lolos butuh atas pengunduran dirinya tak kunjung dikeluarkan oleh pihak kampus UBY.

Belum adanya surat lolos butuh itu membuat proses administrasi beasiswa studi lanjut ke Malaysia yang dia peroleh dari sebuah yayasan masih tertahan.

Terkait hal itu, Rektor Universitas Boyolali, Nanik Sutarni, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menerbitkan surat lolos butuh sesuai kesepakatan antara Ari Wahyono dan UBY yaitu maksimal pada tanggal 12 Mei 2025.

Sebagai informasi, Ari Wahyono telah diterima menjadi pengajar di STMIK Sinar Nusantara yang telah berganti nama menjadi Tiga Serangkai University di Solo. Selain itu, pria 38 tahun itu juga sebagai penerima beasiswa studi lanjut dari Yayasan Aminah Abdullah di Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).

“Namun, seluruh proses administrasi beasiswa dan perpindahan homebase saya masih tertahan karena surat lolos butuh dari UBY belum diterbitkan,” kata Ari kepada Espos, Jumat (2/5/2025).

Adapun, surat lolos butuh adalah surat pernyataan resmi dari pimpinan perguruan tinggi asal yang menyatakan bahwa dosen yang bersangkutan sudah mendapat persetujuan dari perguruan tinggi yang dia pimpin (menyetujui untuk diperbantukan ke instansi lain). Dokumen lolos butuh bisa juga untuk menyetejui mutasi atau pemindahan homebase dosen.

Ari mengungkapkan saat ini sedang di Malaysia dan bertahan hidup di sana untuk membayar biaya perkuliahan S3, kehidupan sehari-hari, dan berbagai administrasi lain dengan kondisi keuangan mandiri dan seadanya.

“Saya ini sudah berencana menjual mobil dan sepeda motor saya, baru ditawarkan. Soalnya kemarin mulai dari tiket, medical check up, hingga biaya asrama saya cover sendiri. Jutaan rupiah sudah ada,” kata dia.

Ari yang merupakan warga Mojoloban, Sukoharjo, itu mengaku resmi mengajukan pengunduran diri dari UBY pada 11 September 2024 lalu menjadi dosen di Tiga Serangkai University.

Sehari setelah mengirimkan surat resign, langsung dijawab oleh pihak UBY yaitu secara prinsip tidak keberatan dan menyetujui pengunduran dirinya. Dijelaskan pihak kampus, prodi teknik informatika UBY sedang dalam masa reakreditasi dan pengajuan akan diproses setelah reakreditasi selesai.

Namun, Ari mengatakan dalam surat tersebut tidak dijelaskan tanggal pasti akrediasi akan diajukan dan kapan proses pengunduran dirinya akan diproses. Ia pun mencari tahun dari laman BAN PT dan dokumen akreditasi produk TI, ia melihat akreditasi bakal berakhir Mei 2026.

“Saya pun mengajukan lagi surat pengunduran diri yang kedua yaitu pada 10 Oktober 2024. Saya juga memohon agar surat lolos butuh segera bisa terbit untuk proses perpindahan homebase [agar terdaftar di universitas barunya]. Saya juga menambahkan beberapa detail alasan saya mengundurkan diri,” kata dia.

Kemudian pada 18 Oktober 2024 ia mendapatkan beasiswa untuk studi lanjut S3 ke Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dari Yayasan Aminah Abdullah yang menaungi Tiga Serangkai University. Namun, beasiswa tersebut akan diberikan ketika surat sudah resmi berpindah ke Tiga Serangkai University.

Universitasnya di Malaysia juga mengharuskan pada 8 April 2025 ia harus sampai di Malaysia. Pada 21 Oktober 2024, ia mendapatkan surat resmi dari UBY yang menyatakan borang akreditasi akan di-submit pada Desember 2024.

Lalu pada 6 November 2024, ia berkunjung ke LLDIKTI 6 untuk berkonsultasi dan diminta mengirimkan email berisi surat permohonan mediasi dan bantuan dari LLDIKTI 6 agar proses perpindahan homebase lewat surat lolos butuh dosen dapat berjalan sesuai prosedur.

Ia juga mengatakan sejak Februari 2025 tidak mendapatkan gaji dari UBY. Pada 10 Maret, Ari menemui dekan, rektor, wakil rektor I, II, III, dan ketua Yayasan Bhinneka Karya Boyolali.

“Di sana saya mendapatkan jawaban [secara lisan] bahwa borang akan disubmit maksimal 12 Mei 2025 dan surat lolos butuh akan diberikan maksimal pada tanggal tersebut,” kata dia.

Ia kemudian bertemu dengan kaprodi, dekan, dan rektor UBY untuk menyampaikan secara tertulis soal maksimal 12 Mei 2025 pemberian surat lolos butuh. Namun, mengingat 12 Mei 2025 tanggal maksimal, Ari berharap surat lolos butuh bisa segera diterbitkan sebelum tanggal tersebut.

Tanggapan Rektor UBY

Rektor Universitas Boyolali, Nanik Sutarni, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menerbitkan surat lolos butuh sesuai kesepakatan antara Ari Wahyono dan Universitas Boyolali yaitu maksimal 12 Mei 2025. Ia menjelaskan Ari Wahyono menjadi dosen tetap di UBY sejak Mei 2022.

“Lolos butuh kami lepaskan, ini risiko dari Universitas Boyolali terkait kecukupan rasio dosen tetap yang akan dipakai untuk akreditasi. Saudara Ari sudah tanda tangan sepakat bahwa itu akan diberikan pada 12 Mei. Ini belum 12 Mei, artinya bukan kami yang wanprestasi,” kata dia saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat.

Nanik mengatakan UBY akan memberikan surat lolos butuh maksimal pada 12 Mei 2025. Ia mengatakan UBY tidak akan melanggar kesepakatan tersebut.

“Bukan hanya Universitas Boyolali yang melakukan hal demikian untuk lolos butuh. Dosen kami, ada yang satu tahun lebih pindah ke Universitas Boyolali itu belum diloloskan, hampir dua tahun. Tapi dia sudah di sini dan saya tidak masalah,” kata dia.

Ia mengatakan tidak masalah karena mengetahui kebutuhan kampus lain untuk kecukupan akreditasi terkait rasio dosen tetap seluruh perguruan tinggi swasta yaitu minimal lima dosen tetap per program studi.

“Faktanya kami belum cukup, dan kami tidak mau menanggung risiko itu, kasihan mahasiswa kami. Ini bukan atas nama pribadi, dan tidak bermaksud mempersulit perpindahan saudara Ari,” kata dia.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *