Sat. May 18th, 2024
Berbagi Informasi

Turki – Inflasi Turki melonjak ke level 61,14 persen pada Maret 2022. Realisasi ini menjadi yang tertinggi dalam 20 tahun terakhir.

Mengutip Reuters, inflasi Turki meroket lantaran harga energi dan komoditas meningkat imbas perang Rusia-Ukraina. Konflik dua negara itu juga memperparah dampak jatuhnya mata uang lira pada akhir tahun lalu.

Inflasi di Turki melonjak sejak musim gugur lalu. Hal ini karena lira jeblok usai bank sentral memberikan kelonggaran 500 basis poin.

Badan Statistik Turki mencatat harga konsumen naik 5,46 persen untuk periode bulanan. Realisasi tersebut lebih rendah dari proyeksi pasar yang mencapai 5,7 persen.

Sementara, indeks harga produsen naik 9,19 persen secara bulanan pada Maret, sehingga kenaikan tahunan mencapai 114,97 persen.

Kelompok transportasi memimpin kenaikan sebesar 99,12 persen, diikuti oleh harga makanan dan minuman non alkohol sebesar 70,33 persen dan harga furnitur sebesar 69,26 persen.

Para ekonom menaikkan ekspektasi inflasi harga konsumen global setelah invasi Rusia ke Ukraina, dengan harga energi mencapai tertinggi multi-tahun karena Barat memberikan sanksi kepada Moskow. Hal ini karena Turki mengimpor hampir seluruh kebutuhan energi.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Informasi dan Berita Terbaru - Garuda Media News

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Garuda Media News will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.