Berbagi Informasi

Saat orang tua memiliki keinginan tinggi memberikan cinta yang utuh pada anak, seringkali kita terjebak pada pola romantisme / children centered, dimana kebahagian anak adalah segalanya, anak tidak boleh menangis, kecewa dan bersedih, karna hal itu dianggap dapat merusak otaknya.

Benarkah kebahagiaan anak, harus orang tua jadikan tujuan utama dalam pegasuhan?

Yang perlu orang tua ingat, anak tidak terlahir 100% baik ataupun 100% buruk. Potensi yang ada di dalam diri anak, itu bersifat kemungkinan, “they are nort born either good or bad, but with possibilities for good and for evil”.

Apapun yang anak lakukan, pastilah berdasar apa yang anak suka dan tidak suka. Contohnya, ada anak yang tidak mau menggosok gigi sebelum tidur, karna dia tidak suka. Lantas, apakah kita sebagai orang tua akan diam saja dan membiarkan dia bertindak semaunya, karena kita takut dia akan marah atau tantrum saat kita membuat aturan menggosok gigi sebelm tidur ? Tentu saja Tidak.

Anak memang sejatinya belum mampu memilih mana yang baik dan benar. Mereka hanya memilih mana yang mereka sukai dan tidak sukai, oleh karena itu anak memerlukan kita sebagai orang tua untuk menjadi pembimbing.

Orang tua mempunyai tanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat. Jadi, setiap orang tua harus mempunyai otoritas atas anak, dimana anak harus patuh pada perintah / atauran orangtua.

Tapi, janganlah kita menjadi orang tua otoriter, merasa mempunyai hak penuh atas anak dan bebas melakukan apapun (memukul, berkata kasar, dll). Karena hal tersebut, mungkin dapat membuat anak menjadi penakut, tidak berani mengambil keputusan, mempunyai sifat pemarah, dll.

Untuk menjadi orang tua yang mempunyai otoritas pada anaknya, namun tetap memberikan cinta yang utuh, adalah hal yang harus dilakukan oleh semua orang tua. Orang tua harus menetapkan aturan yang merupakan kewajiban anak dan aturan tersebut, harus berlandaskan pada kebenaran, hukum tuhan, hukum alam dan hukum univerasal.

Menggosok gigi sebelum tidur mungkin berat bagi anak, tapi jika merujuk pada kesehatan bahwa gosok gigi sebelum tidur sangat penting, jadi orang tua harus menentukan bahwa sikat gigi sebelum tidur adalah kewajiban bagi anak, dan dengan cara apapun orang tua harus memastikan anak menggosok giginya. Namun yang perlu diingat, orang tua bisa mengkondisikan hal tersebut tanpa harus marah-marah, ataupun melupakan respek kita pada anak.

Mendidik anak adalah seni dan perlu skill yang diasah berulang-ulang. Perlu diingat, aturan yang diberlakukan di keluarga A belum tentu sama dengan keluarga B, karena setiap keluarga mempunyai visi- misi yang berbeda-beda. Fokuslah pada tujuan pendidikan keluargamu, dan teruslah belajar menjadi orang tua yang lebih baik.


*Kontributor : Intan Fitri Nur Baiti, S.Fis. (Owner Fisio Care)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Informasi dan Berita Terbaru - Garuda Media News

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Garuda Media News will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.