Cathlyn dan Meivy yang Tak Lolos Seleksi Paskibraka Nasional, Akhirnya Dapat Beasiswa
Pengurus Pusat Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (PP Inti) memberikan beasiswa pendidikan kepada Cathlyn dan Meivy sebagai bentuk dukungan moral.
Bantuan ini diberikan setelah keduanya tidak berhasil lolos seleksi Paskibraka tingkat nasional.
Cathlyn dan Meivy sebelumnya merupakan perwakilan Kota Makassar yang mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan untuk menuju tingkat nasional.
Namun, keduanya harus mengakhiri langkah di tahap tersebut setelah tidak lolos seleksi lanjutan.
Menanggapi hal itu, Perhimpunan Inti Sulawesi Selatan bersama Generasi Muda Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Gema Inti) berkoordinasi dengan PP Inti Pusat.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyalurkan bantuan berupa beasiswa pendidikan kepada kedua siswa tersebut.
Ketua Umum Gema Inti, Erfan Sutono Nio, menyebut bahwa keputusan ini tidak terlepas dari perhatian terhadap prestasi akademik keduanya.
Ia menegaskan bahwa Cathlyn dan Meivy memiliki nilai yang sangat baik dan dinilai layak mendapatkan dukungan pendidikan.
Program beasiswa ini juga disebut sebagai bagian dari program tahunan organisasi untuk mendukung generasi muda berprestasi.
Nantinya, keduanya akan menerima beasiswa jenjang S1 di luar negeri yang mencakup biaya penuh, termasuk biaya tempat tinggal.
Erfan mengatan bahwa program tersebut merupakan program tahunan dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa untuk generasi muda Tionghoa yang berprestasi.
Cathlyn dan Meivy, nantinya akan mendapatkan beasiswa strata satu (S1) di luar negeri dengan biaya full, termasuk biaya tempat tinggal.
“Beasiswa pendidikan S1, jadi nanti lulus SMA, ini kan masih kelas 10. Kami siapkan beasiswa full, yang meliputi biaya pendidikan dan sampai dengan living cost selama di sana,” bebernya.
Menurutnya, beasiswa tersebut diberikan karena Perhimpunan Tionghoa melihat keduanya merupakan anak yang berprestasi dan sebagai penyemangat generasi muda etnis Tionghoa.
“Bahwa jangan putus asa ketika ada misalnya rencana yang belum sesuai kemampuan. Kita yakin bahwa ada peluang-peluang lain yang terbuka,
Ini sebenarnya nilai ini yang kita mau berikan ke adik-adik kita, ke generasi muda,” ujarnya.
Lebih lanjut, Erfan mengatakan bahwa pihaknya juga akan ikut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulsel pada 2 Juni 2026 mendatang untuk mendampingi Cathlyn.
Erfan mengatakan bahwa pihaknya hadir untuk menyampaikan aspirasi terkait pentingnya proses seleksi yang transparan dan akuntabel.
Selain itu, memberikan masukan konstruktif guna menjaga integritas dan kredibilitas seleksi Paskibraka.
“Mendukung terciptanya suasana yang kondusif serta menjunjung tinggi nilai kebhinekaan dan persatuan bangsa,
Berperan aktif sebagai bagian dari elemen masyarakat dalam mengawal isu-isu strategis yang berdampak luas,” katanya.
Meski demikian, PP Inti dan Gema Inti tetap menghormati kewenangan panitia dan institusi terkait dalam proses seleksi Paskibraka.
“PP Inti menghormati kewenangan panitia dan institusi terkait dalam proses seleksi tersebut.
Namun pada saat yang sama, kami berharap seluruh proses dapat dijelaskan secara proporsional dan transparan demi menjaga kepercayaan publik serta semangat persatuan dalam keberagaman,” pungkasnya.




















