Sat. May 18th, 2024
Berbagi Informasi

Industri digital yang dibawa oleh revolusi industri 4.0 berkembang sangat pesat terutama di era Pandemi Covid-19 dan menghadirkan solusi bagi pergeseran pola hidup konsumen.

Schneider Electric juga mendorong industri masa depan perlu menciptakan bisnis yang lebih eko-efisien, gesit dan tangguh melalui penerapan otomatisasi industri yang terbuka, kolaboratif dan berpusat pada software.

Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Martin Setiawan mengatakan, di tengah adaptasi terhadap adopsi teknologi dan dalam usaha mempertahankan kelangsungan bisnis pascapandemi, sektor industri juga mengemban misi global untuk menekan emisi karbon dan mencapai target emisi nol bersih.

“Untuk mewujudkan hal ini, sektor industri perlu mengevaluasi roadmap transformasi digitalnya agar lebih tepat dan efektif dalam mendukung terciptanya pabrik yang pintar dan sustainable,” kata Martin dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (24/8/2022).

Dia menambahkan, Schneider Electric telah membuktikan sendiri bagaimana penerapan software berlandaskan otomatisasi universal (universal automation), penguatan keamanan siber, dukungan SDM digital terlatih, dan ekosistem kemitraan yang kolaboratif menjadi aspek sangat penting dalam mengakselerasi dan mewujudkan potensi penuh dari Revolusi Industri 4.0 untuk keberlanjutan bisnis dan bumi.

“Pabrik kami di Batam dan Cikarang menjadi bukti nyata transformasi pabrik pintar dan sustainable. Bahkan pabrik kami di Cikarang juga telah menerapkan pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi bersih dan telah berhasil mengurangi emisi karbon hingga 181 ton CO2 per tahun atau setara dengan menanam 900 pohon per tahun.” papar Martin.

Menurutnya, otomatisasi universal menghilangkan hambatan yang selama ini sering kali terjadi akibat perbedaan standarisasi sistem dari teknologi yang digunakan.

“Penerapan otomatisasi universal juga berpotensi untuk melakukan pemeliharaan secara lebih proaktif dan prediktif sehingga dapat meningkatkan efisiensi sekitar 8 persen hingga 12 persen dibandingkan pemeliharaan preventif dan hingga 40 persen dibandingkan pemeliharaan reaktif,” katanya.

Prinsip otomatisasi universal dengan standard IEC61499 telah diadopsi oleh Schneider Electric dalam mengembangkan solusi otomasi industri, yaitu EcoStruxure Automation Expert yang akan ditampilkan pertama kali pada Indonesia 4.0 Conference & Expo yang memiliki keunggulan meningkatkan efisiensi teknik & operasional industri hingga 100 persen dan siap untuk teknologi industri di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Informasi dan Berita Terbaru - Garuda Media News

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Garuda Media News will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.