Berbagi Informasi

Update terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, menyebutkan jika ada sembilan daerah yang terdampak gempa bumi berkekuatan 5,6 SR Magnitudo, pada kemarin ini.

Diperbaharui pada pukul 03.00 WIB, Selasa (22/11/2022), BPBD Jabar merilis dampak gempa bumi yang terjadi kemarin.

Sembilan daerah tersebut diantaranya Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Sukabumi, Kota Bogor, Kabupten Garut, dan Kota Bekasi.

Adapun kondisi daerah yang paling para mengalami kerusakan yakni daerah Kabupaten Cianjur, dengan total 2873 bangunan yang terdiri dari rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, perkantoran, rumah ibadah, beberapa toko, jembatan dan akses jalan mengalami kerusakan akbat gempa tersebut.

Disusul daerah Kabupaten Sukabumi, dengan 442 bangunan yang mengalami kerusakan. Untuk di Kota Sukabumi, terdapat 19 rumah yang mengalami kerusakan.

Kemudian daerah Kobupaten Bogor, 25 bangungn alami kerusakan, dan untuk di Kota Bogor ada dua unit rumah yang alami kerusakan. Untuk Kabupaten Bandung dan Bandung Barat masing-masing terdapat satu bangunan yang rusak.

Jumlah pengungsi sendiri, untuk di Kabupaten Cianjur terdapat 5646 jiwa yang tengah mengungsi dengan titik pengungsian di Kantor BPBD, RSUD dan Taman Kota Cianjur. Korban yang meninggal dunia mencapai ratusan orang dengan (Data masih terus bertambah).

Untuk di Kabupaten Sukabumi, terdapat 11 orang yang alami luka-luka dan tiga jiwa harus diungsikan.

Di Kabupaten Bogor, terdapat 13 jiwa yang harus diungsikan dengan dua diantaranya mengalami luka-luka.

Korban paling sedikit terdapat di Kabupaten Bandung, dengan catatan satu orang mengalami luka-luka akibat gempa kemarin.

Dilansir suarajabar.id, Gubernur Jawa Barat menyebut ada 162 orang meninggal dunia di Cianjur, akibat gempa yang terjadi.

Menurut Kang Emil, sapaan lain Gubernur Jabar, jumlah korban kemungkinan dapat bertambah.

Hal itu dikarenakan proses evakuasi yang belum menyeluruh. Kata Kang Emil, ada kabar yang masih didalami soal adanya ada lima mobil uang tertimbun longsor .

Namun tidak dijelaskan dimana lokasinya. Sampai saat ini masih dilakukan pendataan secara menyeluruh.

“Di beberapa titik lokasi karena cuaca, gelap, lampu mati, akses terputus diduga masih ada warga-warga yang hilang terperangkap oleh longsor sehingga kami menduga kelihatannya jumlah korban akan terus bertambah dalam hitungan waktu pada saat nanti kita melakukan tindakan evakuasi,” lanjut Ridwan Kamil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Informasi dan Berita Terbaru - Garuda Media News

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Garuda Media News will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.