Sat. Apr 20th, 2024
Berbagi Informasi

Budaya politik merupakan suatu landasan sistem dalam suatu politik yang memberikan suatu arahan dan peran politik yang dilakukan struktur politik. Memasuki tahun politik, Indonesia sebagai negara demokrasi akan menghadapi pagelaran Pemilu untuk wakil-wakil rakyat di kursi pemerintah negara yaitu pemilu Presiden, Legislatif, serta Pilkada 2024.

Demikian disampaikan Kepala Magister Komunikasi Pascasarjana Universitas Budi Luhur (UBL) Umaimah Wahid, dalam seminar Etika Politik untuk Membangun Peradaban Bangsa dengan tema “Membangun Iklim Politik yang Santun dan Berintegritas”. Di acara yang disama dilakukan Soft Launching Pintar Politik, di Auditorium Grha Mahardika Bujana Universitas Budi Luhur, Jakarta. Rabu (18/1).

“Bagi calon pemilih pun, diharapkan memiliki pemahaman dan kesadaran terhadap calon-calon yang dipilih. Di antaranya dengan dapat mengimplementasi nilai kebudiluhuran yang dimiliki sebagai warga cerdas berbudi luhur demi mencapai kemaslahatan dalam menentukan para wakil rakyat di ranah pemerintahan negara yang bijaksana tertanam sikap sopan santun dan terintegrasi. Santun politik dimaknai bahwa aksi politik tidak membawa perpecahan, tidak saling hujat dan saling mencela bahkan memaki untuk kepentingan kubu politik tertentu,” jelas Umaimah Wahid.

Seminar ini dihadiri Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia Prof Komarudin Hidayat, Wakil Ketua Komisi VIII DPR TB Ace Hasan Syadzily, Anggota Komisi III DPR Muhammad Nasir Djamil, dan moderator Lely Arrianie selaku Ketua Pusat Studi Literasi Kompol Unas.

Rektor UBL Wendi Usino mengatakan, acara ini bertujuan untuk memberikan dan menambah wawasan dan pemahaman peserta seminar terhadap politik santun dan berintegritas dalam perpolitikan Indonesia.

“Pesta demokrasi 2024 sudah di depan mata. Menentukan pemimpin berkualitas menjadi tugas setiap masyarakat dan menjadi pemimpin yang berkualitas serta cerdas bukan hanya jadi semalam. Menjadi calon legislatif harus memiliki bekal yang cukup dan tanggung jawab moral yang menguntungkan demokrasi ke depan dan mampu memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat dengan mengedepankan praktek kampanye yang baik,” ujar Wendi.

Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain Kreatif Nawiroh Vera menambahkan, etika politik untuk membangun peradaban bangsa diwujudkan dengan semangat gotong royong dan semangat toleransi untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi bangsa untuk mencapai iklim politik yang santun dan berintegritas.

Seminar nasional ini diselenggarakan untuk mempersiapkan suasana politik Indonesia yang semakin dekat akan tiba dan menjadi bekal bagi masyarakat untuk menghadapi pagelaran pemilu mendatang. “Agar dapat menjadi masyarakat yang cerdas, dan bijaksana dalam memilih para pilihan kader politik yang diharapkan,” ucap Nawiroh.

“Seminar nasional ini sebagai upaya dalam aktif berperan mendukung kemaslahatan bangsa yang sejahtera melalui bidang politik negara. Agar dapat terciptanya iklim politik yang santun dan berintegritas untuk menjadikan negara Indonesia semakin mumpuni dalam mengambil peran bagi dunia internasional dan nasional,” tutup Umaimah Wahid yang juga Ketua Panitia Seminar Nasional 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Informasi dan Berita Terbaru - Garuda Media News

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Garuda Media News will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.