Sat. Apr 13th, 2024
Berbagi Informasi

Keputusan dukungan Relawan Jokowi dan Gibran di Jawa Tengah dan Jatim yang mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 diklaim buat PDI Perjuangan gerah.

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, hal ini tidak lepas dari restu Jokowi untuk menyatakan dukungan kepada Prabowo.

“Relawan Jokowi merupakan replika politik Jokowi. Jika Jokowi mengatakan merah, relawan mengatakan merah. Jika Jokowi mengatakan biru, relawan mengatakan biru. Tidak mungkin relawan bergerak tanpa koordinasi dengan Jokowi.” kata dia.

“Ketika banyak relawan Jokowi beralih mendukung Prabowo, pasti telah ada koordinasi, setidaknya dengan pengetahuan Jokowi. Itulah tanggapan publik secara umum,” imbuhnya, dikutip pada Mnggu (21/5/2023).

Menurut dia, sikap Jokowi menunjukkan dirinya sama sekali tidak pernah keberatan atau menegur relawannya yang secara terbuka mendukung Prabowo. Menurutnya, jika Jokowi merasa terganggu, seharusnya dia menegur sikap politik relawan tersebut.

“Langkah relawan Jokowi yang dianggap sebagai sikap Jokowi ini tentu sangat mengganggu PDIP. Apapun judulnya, Jokowi adalah kader PDIP. Darah politiknya adalah darah merah PDIP. Jokowi menjadi wali kota, gubernur, dan presiden berkat PDIP. PDIP memberikan banyak jasa kepada Jokowi, termasuk kepada Gibran (putra Jokowi) dan Bobby (menantu Jokowi) yang menjadi wali kota berkat PDIP,” ujar dia.

Terlebih, jika hubungan Jokowi dan PDI Perjuangan baik maka harapannya tentu membuat suara dukungan relawan Jokowi mengarah pada capres PDIP yakni Ganjar Pranowo atau sebaliknya.

“Apa yang membuat Jokowi melalui para relawannya lebih memilih Prabowo daripada Ganjar. Pasti ada sesuatu yang tidak diketahui publik. Sepertinya hubungan antara Jokowi dan PDIP sedang tidak baik-baik saja,” lanjut Adi.

Namun demikian, menurutnya kubu Prabowo juga tidak bisa berharap lebih pada Jokowi karena Jokowi masih seorang kader PDIP.

Adi meminta tim Prabowo untuk tidak terlalu berharap pada dukungan Jokowi. Karena pada dasarnya, Jokowi masih merupakan kader PDIP.

“Kecuali jika Jokowi ingin berpisah dengan PDIP pada 2024 dengan mendukung Prabowo,” ujarnya lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Informasi dan Berita Terbaru - Garuda Media News

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Garuda Media News will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.