Sat. Apr 20th, 2024
Berbagi Informasi

Sukoharjo – Tim P2DAI melatih kader posyandu dan kader Nasyiyatul Aisyiyah untuk terampil melakukan sosialisasi pencegahan stunting kepada masyarakat. Pelatihan tersebut dilakukan melalui program PkM Locality development sebagai Penguatan Modal Sosial untuk Pencegahan Stunting. Pelatihan ini dilakukan dengan teknik gamifikasi, yakni dengan memberikan poin terbaik bagi kelompok dan peserta yang telah melaksanakan tugas pelatihan dengan baik dan kemudian diberikan hadiah apresiasi.

Pelatihan pertama yakni kepada kader Nasyiyatul Aisyiyah terkait dengan gizi remaja dan pelatihan optimasi Instagram untuk komunitas pada hari Selasa, 13 juni 2023. Pelatihan kedua yakni kepada kader posyandu dilakukan pada kegiatan Duta Pekerti (Edukasi Kesehatan dan Pelatihan Kerjasama Tim) pada hari Senin, 26 Juni 2023 di Balai Desa Wirogunan.

Kader Nasyiyatul Aisyiyah Desa Wirogunan diharapkan dapat memberikan informasi pencegahan stunting melalui media sosial, sedangkan Kader Posyandu diharapkan dapat memberikan informasi pencegahan stunting melalui penyuluhan pada pertemuan-pertemuan posyandu. Sehingga kedua upaya tersebut baik di dunia maya (media sosial) maupun di dunia nyata dapat seimbang dan memberikan dampak yang lebih massif.

Pelatihan untuk Kader Nasyiyatul Aisyiyah dihadiri oleh 11 remaja perempuan, 1 Pimpinan Ranting Muhammadiyah, dan 1 aparat Desa Wirogunan. Materi yang disampaikan dalam acara ini terkait dengan gizi remaja dan sumbangsih remaja pada upaya pencegahan stunting. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan akun Instagram komunitas dan cara optimasinya oleh Creator Teha @mudahmemulai (40 ribu pengikut). Akun Instagram tersebut akan dinamai dengan @pemudapencerah dengan timeline publikasi konten seputar kesehatan remaja dan pencegahan stunting.

Pelatihan untuk Kader Posyandu bernama Duta Pekerti. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 39 kader posyandu Desa Wirogunan Kec. Kartasura dan didampingi oleh 1 Bidan Desa. Ketua Tim P2DAI UMS, Ayu Khoirotul Umaroh, SKM., MKM mengatakan, materi pelatihan yang disampaikan kepada kader posyandu meliputi pelatihan kerjasama tim dan edukasi kesehatan. Kerjasama tim dilakukan dengan memainkan Komunikata Pesan Kunci Pencegahan Stunting dan Human Knots.

Dari kedua permainan tersebut terlihat kelompok mana saja yang paling kompak. Selanjutnya, peserta pelatihan diminta untuk diskusi tentang pencegahan stunting sesuai dengan pesan kunci yang telah didapatkan. Kemudian, perwakilan kelompok memberikan penyuluhan pada Panggung Kebermanfaatan. Hampir 80% peserta pelatihan merasa bahwa materi, metode, dan fasilitas pelatihan ini baik.

Ayu menambahkan, perempuan dapat mengambil bagian penting dalam rangka pembangunan manusia di Indonesia, salah satunya adalah dengan pencegahan stunting ini.

Salah satu peserta pelatihan mengatakan, dirinya merasa memiliki pengalaman baru. “Ini baru pertama kali melakukan penyuluhan, jadi deg-deg an”, Ibu Ngatini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Informasi dan Berita Terbaru - Garuda Media News

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Garuda Media News will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.