Sat. May 18th, 2024
Berbagi Informasi

Puasa Syawal dikerjakan setelah Idul Fitri atau dimulai sejak 2 Syawal. Amalan ini hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Berbeda dengan Ramadan, puasa Syawal dikerjakan selama enam hari. Lalu kapan batas puasa Syawal 2024 sampai tanggal berapa? Berikut penjelasannya.

Puasa Syawal merupakan ibadah yang memiliki hukum sunnah. Artinya, puasa Syawal tidak wajib dilakukan tetapi Allah SWT menjanjikan pahala bagi Muslim yang menjalankannya.

Anjuran menunaikan ibadah puasa Syawal atau puasa enam hari berasal dari hadits berikut:

مَنْ صَامَ رَمَضانَ ثُمَّ أَتَبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كانَ كصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: “Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (ganjaran) puasa selama setahun penuh.” (HR Muslim)

Hadits lainnya juga menjelaskan keutamaan puasa Syawal dalam redaksi berbeda,

“Barang siapa yang berpuasa satu bulan Ramadhan, ditambah enam hari (Syawal) setelah Idul Fitri, pahala puasanya seperti pahala puasa satu tahun. Dan siapa yang mengerjakan satu amalan kebaikan, baginya sepuluh kebaikan.” (HR Ibnu Majah)

Batas Puasa Syawal 2024 Sampai Tanggal Berapa?
Berdasarkan buku Rumedia-The Tausiyah tulisan David Alvitri, Salah satu hukum berpuasa Syawal adalah dilaksanakan mulai sejak tanggal dua Syawal. Hal ini seperti dalam hadits yang disebutkan oleh Abu Sa’id al-Khudri:

“Nabi Muhammad SAW melarang berpuasa pada dua hari raya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. (Maksudnya tanggal satu Syawal dan sepuluh Dzulhijjah).” (HR Muslim)

Idealnya puasa Syawal dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut yaitu tanggal 2-7 Syawal. Bisa juga dilakukan secara terpisah akan tetapi tetap pada bulan Syawal. Hal tersebut dikutip dari buku Kupas Tuntas Puasa yang ditulis oleh AK. Mustafit.

Jika mengacu pada kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) RI, puasa Syawal dapat dikerjakan mulai 11 April 2024 hingga tanggal 9 Mei 2024 atau bertepatan dengan tanggal 30 Syawal 1445 H.

Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah dalam buku Al-Jami’ fii Fiqhi An-Nisa’ mengemukakan pengerjaan puasa sunnah Syawal boleh dilakukan secara berturut-turut atau bisa juga dengan berselang waktunya.

Imam Ahmad dalam buku Fiqih Sunnah juga membolehkan puasa Syawal dilaksanakan dengan berturut ataupun tidak karena menurutnya tak ada keutamaan baik melakukannya secara berkelanjutan maupun tidak.

Sementara menurut madzhab Syafi’i dan Hanafi, puasa sunnah ini lebih utama dikerjakan secara berturut dan dimulai setelah hari raya Idul Fitri.

Berikut jadwal bulan Syawal jika dikonversi ke dalam kalender Masehi berdasarkan Kalender Hijriah Kemenag:

  • 1 Syawal 1445 H: Rabu, 10 April 2024
  • 2 Syawal 1445 H: Kamis, 11 April 2024
  • 3 Syawal 1445 H: Jumat, 12 April 2024
  • 4 Syawal 1445 H: Sabtu, 13 April 2024
  • 5 Syawal 1445 H: Minggu, 14 April 2024
  • 6 Syawal 1445 H: Senin, 15 April 2024
  • 7 Syawal 1445 H: Selasa, 16 April 2024
  • 8 Syawal 1445 H: Rabu, 17 April 2024
  • 9 Syawal 1445 H: Kamis, 18 April 2024
  • 10 Syawal 1445 H: Jumat, 19 April 2024
  • 11 Syawal 1445 H: Sabtu, 20 April 2024
  • 12 Syawal 1445 H: Minggu, 21 April 2024
  • 13 Syawal 1445 H: Senin, 22 April 2024
  • 14 Syawal 1445 H: Selasa, 23 April 2024
  • 15 Syawal 1445 H: Rabu, 24 April 2024
  • 16 Syawal 1445 H: Kamis, 25 April 2024
  • 17 Syawal 1445 H: Jumat, 26 April 2024
  • 18 Syawal 1445 H: Sabtu, 27 April 2024
  • 19 Syawal 1445 H: Minggu, 28 April 2024
  • 20 Syawal 1445 H: Senin, 29 April 2024
  • 21 Syawal 1445 H: Selasa, 30 April 2024
  • 22 Syawal 1445 H: Rabu, 1 Mei 2024
  • 23 Syawal 1445 H: Kamis, 2 Mei 2024
  • 24 Syawal 1445 H: Jumat, 3 Mei 2024
  • 25 Syawal 1445 H: Sabtu, 4 Mei 2024
  • 26 Syawal 1445 H: Minggu, 5 Mei 2024
  • 27 Syawal 1445 H: Senin, 6 Mei 2024
  • 28 Syawal 1445 H: Selasa, 7 Mei 2024
  • 29 Syawal 1445 H: Rabu, 8 Mei 2024
  • 30 Syawal 1445 H: Kamis, 9 Mei 2024

Keutamaan Puasa Syawal

1. Pahala Puasa Sepanjang Tahun

Menurut buku Kedahsyatan Puasa oleh M. Syukron Maksum, keutamaan puasa Syawal salah satunya yakni, puasa Syawal 6 hari senilai 60 hari, 300 hari dan 60 hari maka nilai semuanya menjadi 360 hari sama halnya berpuasa satu tahun penuh. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa bulan Ramadan (ganjarannya) sepuluh bulan, dan puasa enam hari (sama dengan) dua bulan. Itulah puasa satu tahun.” (HR Ibnu Khuzaimah)

2. Menyempurnakan Puasa Ramadan

Dilansir dari buku Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan ditulis oleh Ceceng Salamudin, keutamaan puasa Syawal lainnya adalah menambal kekurangan-kekurangan ketika menunaikan ibadah Ramadan, seperti sholat sunah menutupi kekurangan sholat fardhu.

Sebab, kemungkinan puasa Ramadan yang dijalani kemarin mempunyai kekurangan terutama dari sisi keutamaan dan kesempurnaannya.

3. Mendapat Syafaat Rasulullah SAW

Dari buku Manajemen Diri Untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat Berbagi Pengalaman dalam Menyikapi Aktivitas Kehidupan Sehari-hari karya Tobari, disebutkan bagi yang menjalankan puasa Syawal akan mendapatkan pertolongan dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Sebab, pelakunya telah menghidupkan sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Informasi dan Berita Terbaru - Garuda Media News

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Garuda Media News will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.