Sat. May 18th, 2024
Berbagi Informasi

Jakarta – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkapkan korban kasus dugaan penipuan investasi robot trading DNA Pro mengalami kerugian hingga Rp97 miliar.

“Adapun dalam kasus ini total kerugian sebanyak Rp 97 miliar lebih, termasuk 5 laporan pengaduan yang masuk per tanggal 4 April 2022, hingga saat kasus masih dalam proses,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Senin (4/4).

Dia menjelaskan bahwa kasus tersebut hingga saat ini masih dalam proses pendalaman. Belum ada tersangka yang dijerat oleh polisi.

Menurutnya, modus yang dilakukan oleh perusahaan DNA Pro ialah memasarkan dan menjual aplikasi robot trading.

Bareskrim, kata dia, telah memeriksa 12 saksi untuk mengusut perkara tersebut.

“Pada platform ini, modus yang digunakan berupa memasarkan dan menjual aplikasi robot trading DNA Pro, dengan sistem penjualan langsung yang menerapkan skema piramida,” jelasnya.

Sebagai informasi,DNA Pro adalah salah satu aplikasi Robot Trading yang diblokir pemerintah.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Markas Besar (Mabes) Polri sempat melakukan penyegelan terhadap PT DNA Pro Akademi pada Jumat (28/1).

Polisi menyatakan bahwa hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengusut perkara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Informasi dan Berita Terbaru - Garuda Media News

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Garuda Media News will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.